The best time for me is when i’m surrounded by the boys. Meskipun kadang (yang grafiknya mendekati sering) aku merasa my head’s going to explode. Apalagi kalau aku udah capek trus si little baby susah tidur dan the bigger baby seneng kalau adiknya ga tidur, n aku masih ada kerjaan yang harus aku selesain. Kalau udah begini aku pada akhirnya akan menyerah pada keadaan, let it be, whatever will be, will be lah.
Tapi, tetap aku merasa complete and blessed when they are around.

It hurts me when i see a mommy and his little boy, reminds me of Iyo. Kadang aku bertanya knp begini yah, why is it so unfair to me. Karena keadaan aku jadi ga bisa ketemu Iyo sesering yang aku inginkan. Apa karena kami salah planning or what. Sebenernya sih aku ngerasa gak fair buat Iyo, tapi gak bisa di selesaikan dan diuraikan, emang harus begini. Atau aku yang terlalu berlebihan, tapi setiap kali keinget Iyo, dalam hati aku selalu bilang, sangat tidak fair buat Iyo. Dan pertanyaanku berikutnya adalah, sampai kapan.

yesterday, i stated in my mind that being a new really is a@$, but last night as i read a novel Negeri 5 Menara bahwa orang yang bisa menguasai hati agar tidak terpengaruh dengan suasana luar adalah orang yang sukses. And i try to control it but susyeh bin sulit juga ternyata. Masih mencoba sih, walau sering gak bisa. Masih terbawa suasana, masih suka marah, jengkel, sedih dan marah lagi dan jengkel lagi. Dengan porsi marah dan jengkel di atas rata-rata. Yahhh, keep on trying babe.

finally, today november 8, 2010 …
akhir dari satu babak dalam hidup dan di lanjutkan dengan babak baru lagi besoknya.
well, smoga jadi awal yang baik. Semangat!!!!
Boleh tengok ke belakang tapi hanya untuk di jadikan pelajaran.
Kenangan…..

thanks to Alloh yang telah memberi karunia aku dua-tak terlukiskan dengan kata-jagoan yang saat ini masih kecil (later on mommy is sure that both o’ u will be the great men – Amin ya Alloh atas restu Mu). Smoga diberi kekuatan untuk selalu memberikan yang terbaik buat mereka, bukan karena ingin pamer atau gengsi. Tapi lebih karena mereka adalah titipan Mu, sehingga dengan segala keikhlasan mencoba dan berusaha memberikan yang terbaik. Bimbing aku Ya Alloh.

Kemarin dapet undangan merit dari seseorang, dan di situ tertulis nama lengkap dan gelar akademis, I just wondering why.
Dulu pas aku mo bikin undangan buat merit, mertua juga bilang suruh kasih gelar akademis di blakang nama. Dan aku ma suami bilang ga setuju. Dia bilang orang tua susah susah nyekolahin kok ga di cantumin.
Menurutku sih, yang menikah adalah seorang aku yang aku, aku yang hanya manusia biasa, yang hanya ingin menikah bukan untuk melamar kerja. Jadi tak perlu lah embel embel gelar itu di cantumkan dalam undangan pernikahan. Sedikit radikal dan keras kepala ya…:P

pagi ini, begitu nyampe gerbang kawasan industri, aku di sambut oleh aroma rumput yang baru dipotong, hemm i luv the scent.